KONFERENSI KE-6 BERLANGSUNG MERIAH DI UNPAS

Konferensi ke-6 AFHI berlangsung meriah di Kampus IV Universitas Pasundan (Unpas) di jalan Setiabudi, Bandung. Cuaca kota Bandung yang selama beberapa hari terakhir ditandai dengan hujan deras, terlihat sangat cerah pada hari Rabu, 16 November 2016. Rombongan pemakalah dan peserta yang mulai berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia bersiap untuk dijemput dari sejumlah hotel di sekitar Kampus IV Unpas untuk menuju acara makan malam di kawasan Dago. Di sana sudah menunggu Wakil Rektor I Dr. Jaja Suteja dan Dekan Fakultas Hukum Unpas Dr. Dedy Hariandi, S.H., M.H. Juga tampak hadir pembicara kunci pada hari pertama konferensi yang datang dari Jerman, Malaysia, dan Thailand.

Konferensi secara resmi dibuka keesokan harinya, Kamis, tanggal 17 November 2016 oleh Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp. M.Si., M.Kom. Beliau menyampaikan kegembiraannya menyambut tamu-tamu dari seluruh Indonesia dan tamu-tamu asing tersebut dan berharap konferensi ini dapat berjalan dengan sukses.

Hari pertama, berupa konferensi internasional diisi oleh paparan pembicara kunci Prof. Dr. Iur. Stefan Koos dari Univesitas Bundeswher Jerman. Beliau juga saat ini juga menjadi visiting professor di Universitas Bina Nusantara (BINUS). Ia tampil dengan topik tentang konsep manusia dalam hukum persaingan dan perlindungan konsumen. Pembicara kunci lain adalah Prof. Madya Dr. Rusniah Bt. Ahmad dari Universiti Utara Malaysia, Dr. Asman Taeali dari Prince of Songkla University Thailand, dan Wendy Morrish dari Bridges Across Borders Southeast Asia Community Legal Education Initiative (BABSEA-CLE) Australia. Mereka mengupas berbagai hal yang cukup beragam, seperti tentang hukum perkawinan dan bantuan hukum.

Sesi kedua konferensi internasional kemudian menampilkan beberapa pemakalah, yaitu Benny Riyanto dan Ani Purwanti dari Undip yang diwakili oleh Hapsari Tanjung Sekartaji dan Dewi Nurul Musjtari, yang semuanya membawakan hasil penelitian mereka tentang “Transplanting Mediatiion into Indonesian Civil Judicial System.” Lalu, Anggita Doramia Lumbanraja, juga dari Undip membawakan makalah berjudul “Legal Pluralism Approach in Resolving the Legal Dispute between Municipal Law and Servant Law.” Anggita memposisikan hukum nasional sebagai “municipal law” dan hukum adat sebagai “servant law”. Pemakalah berikutnya adalah Shidarta dari Universitas Bina Nusantara yang memaparkan pandangan filosofisnya mengenai kesesatan bernalar (fallacies) di dalam ilmu hukum. Ia mencoba menawarkan gagasan pembeda untuk penalaran hukum, dengan mengatakan bahwa “justified fallacies” di dalam penalaran hukum justru membuktikan penalaran hukum itu unik. Makalahnya diberi tajuk, “Fallacies in Legal Reasoning: Justified or Not?” Presentasi sesi ini lalu ditutup dengan makalah dari Mukhlis, dosen dari Fakultas Hukum Universitas Riau. Ia membawakan topik tentang “Justice Embodiment as An Estuary of Legal Basic Values”.

Segera setelah acara konferensi internasional selesai, sesi konferensi nasional kemudian dibuka dengan para pemakalah yang menampilkan berbagai topik menarik. Acara konferensi nasional ini akan berlangsung sampai tanggal 19 November 2016, ditandai dengan rapat anggota AFHI untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban Ketua AFHI periode 2015-2016 dan Ketua AFHI terpilih untuk periode 2016-2017. Beberapa pembicara kunci juga dihadirkan dalam konferensi nasional, antara lain Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan) dan Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati (Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta). (***)


img-20161117-wa0004


img-20161117-wa0006


img-20161118-wa0011


img-20161118-wa0009


img-20161117-wa0046


img-20161117-wa0007


 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*